MENSINEGIKAN ENERGI MUSTIKA/PUSAKA DENGAN PEMILIKNYA

     Jika Anda memiliki sebuah mustika atau pusaka, semisal batu cincin, keris, atau lainnya dengan energi supranatural terkandung di dalamnya, yang menjadi pertanyaan besar adalah Bagaimana ia menjadi bermanfaat dalam perjalanan hidup?”.

       Mustika atau pusaka memang memiliki potensi energi. Namun, potensi ini tidak akan banyak berarti Mustika Kecubung Asihan Ularatau bahkan tidak ada apa-apanya jika kita tidak mensinergikan energi tersebut dengan diri kita. Seperti batu baterai yang tidak dipasang ke alat elektronik, atau tidak tepat penempatan. Berharap mendapatkan energi supranatural lebih atau manfaat, alih-alih malah mendapat petaka.

        Posting kali ini adalah bertujuan untuk menjelaskan, bagaimana mensinergikan energi supranatural mustika atau pusaka dengan diri kita hingga memberikan manfaat yang berarti.

     Paranormal Abah Rahman, tentang sinergi energi mustika/pusaka dengan pemiliknya, ini menyatakan bahwa:

“Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, energi supranatural yang terdapat pada mustika atau pusaka harus bersinergi dengan cakra diri pemakainya. Karenanya, emosi dan kegundahan di dalam diri harus dinihilkan terlebih dahulu.”

       Abah mengibaratkan proses sinergi itu dengan proses  kejadian manusia sebagai berikut:

“Untuk memperoleh anak, seorang perempuan membutuhkan lelaki. Mereka harus melakukan hubungan, supaya bibit yang terdapat pada keduanya bermanfaat sesuai dengan fungsinya. Yakni menghubungkan sel telur yang dimiliki perempuan dengan sel telur yang dimiliki lelaki, hingga diharapkan terjadi pembuahan, yang ditandai dengan gestasi (proses kehamilan).”

       Jadi untuk memperoleh manfaat. Energi supranatural yang telah ada pada mustika/pusaka melalui proses olah bathin, membutuhkan cakra diri sang pemakainya. Keduanya harus bersinergi, hingga diharapkan terjadinya pembuahan atau perolehan hasil.

       Abah Rahman menerangkan, jika energi mustika/pusaka telah bersinergi dengan pemiliknya, maka manfaat yang bisa dirasakan adalah:

“Ditandai dengan terasanya pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan semangat dalam diri pemakainya, dan perkembangan usaha yang ditekuninya, menjadi lebih baik, dan selanjutnya lebih baik lagi”

     Dapat disimpulkan bahwa, ada proses yang mesti dilalui seorang pemilik/pemakai mustika/pusaka untuk memperoleh hasil yang optimal.

     Tahapan pensinergian energi mustika/pusaka menurut Abah Rahman, sebagai berikut:

Pertama: Proses mengijazahkan cincin

Pada tahapan ini diperlukan nama lengkap pemakai berikut nama orang tuanya. Hal ini dikatakan oleh Abah Rahman, supaya energi supranatural yang terdapat pada mustika/pusaka, kenal dengan jodoh atau pasangannya”.

Kedua: Proses pembuahan, dengan mensinergikan energi supranatural dengan cakra diri pemakainya.

Proses pada tahap ini terjadi dengan sendirinya, karena sudah dimunajatkan lewat ritual olah bathin dan diperkenalkan lewat prosesi pengijazahan, bila sang pemakai mampu menihilkan emosinya terlebih dahulu.

Menihilkan Emosi
       Menihilkan emosi dan kegundahan adalah upaya diri sendiri untuk membuang perasaan kecewa dan marah, serta kepanikan dan kegelisahan yang terjadi didalam diri, karena adanya problem usaha atau problem ikutan yang disebabkan adanya problem usaha.

       Cara untuk menihilkan emosi adalah sebagai berikut: Pertama, menyakini bahwa menjalani keadaan apa adanya jauh lebih baik ketimbang larut dalam emosi atau kegelisahan. Kedua, selalu mengingat bahwa, ada upaya alternatif yang akan dimulai, yakni menggunakan batu cincin pelaris, untuk mengatasi problem usaha.
     Dan ini, lanjut Abah Rahman, akan jauh lebih mudah untuk dilakukan bila dibarengi dengan pengamalan seperti zikir dan mendengar pengajian, bagi kalangan muslim.

Pusat Energi
       Cakra diri
adalah pusaran energi vital yang ada di setiap tubuh manusia, yang memiliki getaran elektromagnetik, yang dikenal dengan sebutan aura.

     Potensi getaran elektromagnetik itu dapat diperbesar dan diperluas, untuk menghasilkan energi diri yang memiliki kemampuan mempengaruhi, membenteng, membuang, menangkap, menyedot, meliputi, dan sebagainya. Sehingga banyak kecabangan ilmu energi diri yang dapat dipelajari.

       Kesimpulannya, Sinergi energi supranatural mustika dengan pemakai/pemiliknya  adalah interaksi dua energi yang disinergikan. Yang satu terdapat dalam tubuh, yang satunya lagi terdapat pada mustika/pusaka.

Posted on Juni 22, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: